Sebenarnya menurunkan berat badan itu sangat mudah. Makan di depan cermin, ternyata dapat mendorong kita untuk makan lebih sehat.
Peneliti menemukan, orang yang mengonsumsi makanan tak sehat seperti cake cokelat sambil melihat bayangannya sendiri di cermin, ternyata akan merasakan makanan enak itu kurang enak dan tidak memuaskan. 

Para ahli mengatakan, kuncinya ada pada fakta seseorang merasa tak nyaman melihat dirinya sendiri menyantap makanan tak sehat.
Mereka kemudian menyadari, mereka seharusnya mengonsumsi makanan sehat. Akibatnya, para ilmuwan menyarankan kita untuk makan di depan cermin untuk mengurangi konsumsi makanan tak sehat.
Periset juga menemukan, rasa makanan sehat tetap sama dengan atau tanpa cermin. Peneliti utama, Dr Ata Jami dari University of Central Florida mengatakan,"Pandangan di cermin memberi tahu kita lebih daripada penampakan fisik.Cermin itu memungkinkan kita memandang secara obyektif dan membantu kita menilai diri sendiri dan perilaku seperti kita menilai orang lain."
Ilmuwan melakukan uji rasa terhadap 185 mahasiswa di universitas tersebut. Mahasiswa diminta memilih antara cake cokelat dan salad buah. 

Mereka kemudian mengevaluasi rasanya di dalam ruangan dengan cermin atau ruangan tanpa cermin. 

Mereka yang memilih cake cokelat melaporkan, rasanya kurang enak dalam ruangan dengan cermin. Mereka yang makan cake itu dalam ruangan tanpa cermin melaporkan rasa yang enak.
Sementara itu, keberadaan cermin tak memiliki dampak terhadap rasa salad buah. Cermin ditemukan menekan peserta penelitian untuk membandingkan dan menyesuaikan perilaku dengan standar kebenaran sosial. Ketika seseorang tak sesuai dengan standar itu, mereka tak mau melihat ke cermin.
Sebaliknya, perasaan tak nyaman mengenai ketidaksesuaian standar semakin meningkat. Oleh karena itu, keberadaan cermin menciptakan ketidaknyamanan dan menurunkan rasa yang dikecap dari makanan tak sehat.
Namun, penemuan ini hanya dalam hal ketika seseorang memilih makanan yang mereka makan. Dengan memilih makanan tertentu, mereka merasa bertanggung jawab akan pilihan makanan itu.
Tapi, mengonsumsi makanan sehat tidak menghasilkan ketidaknyamanan. Akibatnya, cermin tidak mengubah rasa makanan sehat.
Studi itu menyimpulkan, sebaiknya cermin diletakkan dalam ruang makan. Dengan begitu, kita jadi dapat menonton diri sendiri saat sedang makan. 

Harapannya, dengan menonton diri sendiri makan, kita jadi lebih sering menerapkan pola makan sehat.
Penelitian ini sudah diterbitkan di jurnal Association for Consumer Research.



Label makanan harusnya tak hanya memuat informasi nilai gizi. Menurut para ahli, label makanan harusnya juga memberikan informasi berapa banyak aktivitas fisik atau olahraga yang harus dilakukan untuk membakar kalori setelah konsumsi produk makanan tersebut.
"Pelabelan seperti itu akan mendorong konsumen untuk lebih aktif dan membantu mereka lebih memahami dampak dari apa yang mereka makan,” tulis The Royal Society for Public Health (RSPH) seperti dikutip dari Telegraph.co.uk.
Misalnya, dalam kemasan keripik, permen, dan cokelat juga diberi gambar yang menunjukkan berapa banyak berjalan, berlari, atau berenang yang diperlukan untuk membakar kalori setelah konsumsi makanan ringan tersebut.
Misalnya, jika Anda makan satu bungkus keripik, maka perlu 31 menit berjalan kaki untuk membakar kalori dari keripik itu. Atau, ketika makan cokelat yang mengandung 229 kalori, maka sama dengan berjalan kaki selama 42 menit atau berlari selama 22 menit untuk membakar kalori tersebut.
Dalam survei yang dilakukan RSPH terhadap 2.000 orang, didapati 60 persen orang akan berpikir dua kali memilih makanan yang tinggi kalori, jika diberi informasi banyaknya olahraga yang harus dilakukan setelah konsumsi makanan itu. Label aktivitas fisik pun akan mendorong masyarakat untuk memilih produk yang lebih sehat.
Menurut Kepala Eksekutif RSPH, Shirley Cramer, selama ini banyak orang yang masih bingung membaca informasi nilai gizi. 

Dengan adanya label makanan dan minuman yang memberikan informasi nilai gizi dan juga aktivitas fisik yang harus dilakukan, maka akan lebih dimengerti oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan juga akan mewajibkan restoran siap saji untuk mencantumkan informasi kandungan gula, garam, dan lemak dalam sebuah makanan, serta pesan kesehatan. 

Misalnya, jika konsumsi gula lebih dari 50 gram, natrium lebih dari 2.000 miligram, atau lemak total lebih dari 67 gram per orang, maka berisiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung. Pesan kesehatan itu dapat dicantumkan di buku menu atau media yang mudah dibaca jelas oleh konsumen.
Ketentuan itu rencananya berlaku wajib untuk restoran siap saji yang memiliki lebih dari 250 gerai di seluruh Indonesia. Hal ini untuk mendorong masyarakat hidup sehat melalui makanan yang dipilih.


Pola tidur ternyata turut memengaruhi pola makan seseorang. Penelitian menunjukkan, orang yang kurang tidur pada malam hari, keesokan harinya akan makan berlebihan.
Hal itu terjadi karena kurang tidur terbukti dapat merangsang produksi hormon ghrelin. Ghrelin adalah hormon yang memberikan sinyal rasa lapar ke otak dan meningkatkan nafsu makan.
Sementara itu, jika seseorang cukup tidur, maka akan lebih sedikit kalori yang dimakan di hari berikutnya. "Temuan utama kami menunjukan, kualitas diet dipengaruhi oleh kualitas tidur," ujar profesor Marie-Pierre St-Onge, dari Universitas Columbia, New York.
Penelitian tersebut menguatkan temuan bahwa orang yang kurang tidur akan lebih berisiko mengalami kenaikan berat badan dan menjadi obesitas.
Begitu pula sebaliknya, yakni pola makan yang memengaruhi kualitas tidur. Berdasarkan penelitian, orang yang banyak makan lemak dan makan-makanan manis, akan memiliki kualitas tidur yang buruk pada malam harinya. Sedangkan mereka yang rajin mengasup makanan rendah lemak dan tinggi serat, akan tidur lebih nyenyak.
Peneliti menemukan, orang yang konsumsi makanan tinggi lemak butuh waktu 29 menit untuk bisa tertidur, sedangkan yang konsumsi makanan bergizi seimbang butuh waktu 17 menit untuk tertidur.
"Pola makan memengaruhi kualitas tidur dan memberikan implikasi kesehatan yang luar biasa," lanjut profesor St-Onge.
Menurut peneliti, buruknya kualitas tidur dan makan, dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan diabetes.
Dokter Nathaniel Watson dari American Academy of Sleep Medicine menilai penelitian ini menekankan pentingnya menjaga kualitas tidur dan makan sebagai gaya hidup sehat.
"Untuk kesehatan yang optimal, penting memilih gaya hidup sehat dengan tidur yang sehat, makan makanan bergizi, dan olahraga secara teratur," ujar Watson.

Mengonsumsi makanan dengan campuran cabai di dalamnya, selain memberikan rasa pedas, ternyata juga dapat membantu mengatasi masalah berat badan. Penelitian terbaru menunjukkan, cabai merah ampuh untuk menekan nafsu makan seseorang.  
Peneliti dari Universitas Purdue, Indiana AS, menemukan bahwa kandungan capsaicin, yang memberikan rasa pedas pada cabai, dapat mengurangi rasa lapar dan meningkatkan pengeluaran energi.  
“Kami menemukan bahwa mengonsumsi cabai merah dapat membantu mengatur nafsu makan dan membakar kalori lebih banyak setelah makan, terutama untuk orang yang tidak mengonsumsi rempah-rempah,” kata Profesor Richard Mattes, salah seorang peneliti seperti dikutip Dailymail, Rabu (27/4/2011).
Untuk memeroleh manfaat dari cabai, kata Mattes, seseorang tidak perlu berusaha keras untuk mengubah pola diet. Yang diperlukan hanyalah menaburkan cabai pada makanan secara berkelanjutan dan dalam jangka waktu panjang. Tapi untuk menunjang hal tersebut, olahraga dan asupan makanan sehat juga harus dilakukan secara berkesinambungan.  
Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology & Behavior ini dilakukan dengan cara mengukur efek rempah-rempah pada setengah sendok teh cabai rawit—takaran yang paling umum dibuat seseorang.  Studi sebelumnya juga pernah mengkaji efek mengonsumsi capsaicinyang dikemas dalam bentuk kapsul, tetapi cara ini tampaknya kurang efektif. 
Studi terbaru menunjukkan bahwa mencicipi langsung cabai merah dapat memberi dampak yang lebih optimal. Selain berguna untuk mengurangi nafsu makan, makan cabai ternyata dapat memaksimalkan proses pencernaan.
“ Efek pedas cabai akan membakar mulut Anda yang berkontribusi pada kenaikan suhu tubuh, pengeluaran energi, dan pengendalian nafsu makan,” jelasnya.
Dalam riset ini, para ahli menggunakan jenis cabai merah biasa ataucayenne. Ini adalah jenis cabai yang paling umum dikonsumsi di dunia. Sayangnya, tidak semua cabai mengandung capsaicin sehingga belum tentu efektif menurunkan berat badan.
Penelitian ini melibatkan 25 orang dengan berat badan sehat, di mana di antaranya, 13 orang suka makanan pedas dan 12 lainnya tidak. Para responden dipantau selama enam minggu. Hasil penelitian menunjukkan, seseorang yang mengonsumsi cabai cenderung mengalami kenaikan suhu tubuh dan efektif dalam membakar kalori.  
Dari studi ini juga terungkap, mereka yang tidak rutin makan cabai juga mengalami penurunan rasa lapar, terutama untuk makanan berlemak, asin, dan makanan manis.
“Respons nafsu makan berbeda antara mereka yang suka makan cabai merah dan mereka yang tidak. Respons menunjukkan bahwa seseorang yang tidak biasa mengonsumsi cabai akan memiliki efek yang lebih besar. Ketika konsumsi cabai menjadi biasa, maka khasiatnya akan hilang," ungkap peneliti.

Orang yang suka makanan berbumbu, termasuk yang rasanya pedas seperti cabai, ternyata mengalami penurunan risiko kematian sebesar 14 persen. Demikian hasil penelitian yang dimuat dalam British Medical Journal. 

Bahkan,  jika Anda hanya mengonsumsinya satu atau dua kali seminggu, Anda tetap akan merasakan manfaatnya sebesar 10 persen.

Cabai dan rempah lainnya tak hanya membuat lidah “bergoyang”. "Rempah-rempah dan bahan-bahan bioaktif di dalamnya, seperti capsaicin pada cabai, memiliki efek antiobesitas, antioksidan, anti-inflamasi, antikanker, dan  antihipertensi," kata penulis studi Juni Lv, PhD, seorang profesor di Pusat Ilmu Kesehatan, Universitas Peking  di Beijing.

Semua "anti itu" dapat membantu melindungi Anda dari kanker, penyakit jantung, dan penyakit pernapasan.

Lv mengatakan, senyawa makanan pedas juga dapat mengubah mikrobiome usus Anda sehingga meningkatkan  kesehatannya.

Simpulan ini dibuat berdasarkan data diet dari sekitar setengah juta orang dewasa yang tersebar di seantero Cina yang hobi makan makanan berbumbu seperti cabai, lada dan lainnya.

Penulis juga mengatakan, orang yang suka makanan pedas cenderung mengonsumsi rempah lain seperti paprika, lada dan jintan.

Masing-masing rempah memberikan manfaat kesehatan tersendiri. Beberapa di bawah ini contohnya.
1. Kayu manis. Memiliki sifat antioksidan dan meningkatkan kepekaan terhadap glukosa sehingga dipercaya dapat membantu menjaga tekanan darah.
2. Jintan. Dapat membantu pencernaan dan penyerapan nutrisi. Baru-baru ini, jintan juga telah terbukti memiliki manfaat antibakteri, terutama yang terkait dengan saluran pencernaan.
3. Jahe. Sering direkomendasikan untuk mual terutama yang berhubungan dengan kehamilan, sakit tenggorokan dan sakit perut. Juga memiliki  sifat anti-inflamasi.
4. Lada hitam. Ini adalah salah satu rempah-rempah yang paling dicari dan mahal selama era abad pertengahan.
Lada hitam telah terbukti dapat membantu menurunkan kadar lipid darah dan menghambat penyerapan Kolesterol.
5. Kunyit.  Bahan aktif didalamnya  memiliki efek antioksidan, anti-inflamasi, antivirus, antibakteri, antijamur, dan antikanker.  
Dengan demikian, kunyit  memiliki potensi membantu mencegah penyakit seperti diabetes, alergi, arthritis, penyakit Alzheimer  dan penyakit kronis lainnya, begitu menurut review yang dimuat dalam Advances in Experimental Medicine and Biology.

'
Hmm... siapa yang tidak terlena dengan bau durian dengan aroma yang menyentuh selera. Apalagi musim durian yang hanya hadir satu kali dalam setahun ini banyak dinanti oleh para pecinta buah durian. Bagi para penikmat durian tentunya sudah biasa mencium aroma durian yang melekat di tangan dan mulut. Begitu pun dengan rasa enek yang kadang muncul setelah makan durian berlebihan. Kadang kala perut tidak bisa berkompromi saat aroma durian masih lengket.

Namun ada tips tradisional untuk menghilangkan bau durian di mulut dan tangan tanpa harus menggunakan obat anti bau mulut atau semacamnya. Begitu pula untuk beberapa tips lainnya seperti menghilangkan rasa enek, dan sakit perut setelah makan durian.

Sutianto (42), seorang penjual durian yang sudah sekitar 12 tahun berkecimpung menjual durian ini punya tipsnya. Berjualan di sekitar Mal Kalibata, Jakarta Selatan, Sutianto menuturkan beberapa tips tradisional setelah mencicipi durian.

1. Jangan minum minuman jenis soda setelah makan durian

Menurut Sutianto, kebanyakan pecinta durian setelah makan durian akan mengalami sakit perut, karena durian mengandung zat yang hampir sama dengan soda. Setelah makan durian jika diselingi dengan minum soda maka perut tidak bisa menerima langsung jenis zat yang sama dengan soda. Tunggulah beberapa saat setelah makan durian jika ingin minum minuman bersoda.

2. Makan buah segar setelah makan durian

Memakan buah segar setelah makan durian akan menghilangkan rasa enek di perut. Hal ini juga sering dilakukan Sutianto turun temurun dari keluarganya. Selain itu kesegaran buah juga memberikan penetral rasa bagi aroma durian. Seperti buah manggis salah satunya.
 
3. Menghilangkan bau mulut setelah makan durian

Untuk menghilangkan bau mulut setelah makan durian gunakanlah lundang (cekungan buah durian) atau sisa kuliat durian bagian dalam. Tuangkan air secukupnya di dalam lundang tersebut dan berkumurlah dengan air tersebut. Jika masih kurang Sutianto menyarankan untuk meminum air lundang secukupnya. Hal ini bisa menghilangkan bau durian di mulut setelah mencicipi durian.

Selain makan buah segar juga bisa dengan memakan makanan jenis kerupuk. Hal ini dapat menghilangkan bau mulut karena bercampur dengan makanan berminyak.

4. Menghilangkan bau durian di tangan

Hampir sama dengan menghilangkan bau mulut, menghilangkan bau durian di tangan juga bisa dilakukan dengan mencuci tangan dari air lundang yang dituang secukupnya. Hal ini karena dalam lundang durian bagian dalam terdapat zat yang bisa menghilangkan bau durian itu sendiri sebagai zat penetralisir.

5. Hindari memakan durian secara berlebihan

Hal ini memungkinkan penikmat durian akan jatuh sakit. Karena buah durian, menurut Sutianto, mengandung zat panas yang bisa menghangatkan badan, namun konsumsi berlebihan dapat mengundang penyakit.
 
 
Ini bukan sembarang buah berduri. Buah ini secara fisik jika dilihat sekilas mirip buah durian. Kulitnya sama-sama berduri tetapi ukuran buah tidak terlalu besar. 

"Ini durian lai. Cuma tumbuh di Kalimantan Selatan dan Timur," kata Martina, penjual durian lai di pinggir Jalan Provinsi, Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kepada KompasTravel, Jumat (8/5/2015). 

Rombongan "Jelajah Sepeda Kompas Banjarmasin-Balikpapan" menyempatkan diri untuk menyantap buah ini saat menjelang akhir Etape 5 Tanah Grogot-Waru, Jumat (8/5/2015) kemarin. Para pesepeda langsung menyergap meja dagangan yang penuh dengan buah lai itu. 

Martina segera membelah satu persatu buah tersebut untuk disajikan kepada para pesepeda. Para pesepeda yang berhenti mendadak terkejut ketika buah lai telah terbelah. 

"Wah daging buahnya beda ya. Unik. Tidak bau lagi. Mau dong coba," seloroh Endi, salah satu peserta "Jelajah Sepeda Kompas". 

KompasTravel sempat mencicipi daging durian khas Kalimantan ini. Bau menyengat yang biasa keluar dari durian pada umumnya tidak ditemui pada buah lai ini. Daging buah berwarna jingga agak kemerahan. 

KOMPAS.com/Wahyu Adityo ProdjoDaging Durian Lai khas Kalimantan Timur berwarna orange kemerahan yang dijual di pinggir Jalan Propinsi, Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Jumat (8/5/2015).
Dalam satu sisi dapat berisi hingga lima biji buah. Tekstur dan rasanya seperti ubi merah dengan rasa manis yang tidak terlalu pekat. Salah satu pesepeda, Budiman Setiono, mengaku pada awalnya tidak mengetahui jenis buah berduri tersebut. 

Ia tidak terlalu suka dengan buah durian. Namun ketika melihat dan mencium aroma durian ini, ia sontak ingin mencicipi. Ia langsung mengambil satu buah durian ini untuk dilahap. 

"Sebelumnya saya tidak suka durian. Kalau durian lokal, baunya menusuk. Tidak menyangka ketemu durian pas sepedaan. Kalau yang ini, pas pertama melihat langsung ingin coba. Warnanya unik terus bentuknya kecil jadi lucu, Mantap," katanya. 

Martina mengatakan bahwa buah durian lai ini memiliki banyak variasi warna seperti jingga, merah, dan kuning. Berat buah ini mulai dari setengah kilogram hingga tiga kilogram. Ia mengaku buah lai yang dijualnya merupakan hasil kebunnya sendiri. 

"Saya punya dua hektar. Sudah hampir 20 tahun jualan durian lai. Masyarakat di sini juga punya kebun buah lai," katanya. 

Untuk mencicipi kuliner khas Kalimantan ini, satu buah lai dihargai mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 35.000. Harga tersebut tergantung besar ukuran buah lai tersebut. Jika telah mencoba, jangan khawatir mulut dan tangan akan bau. Durian lai tidak meninggalkan bau yang menyengat seperti durian pada umumnya.



Salah satu sajian makanan yang diolah dari bahan kurma terdapat di rumah makan Kampung Laut di Jalan Tubagus Ismail Raya Nomor 25, Bandung, Jawa Barat. Menu itu bernama Choco Kurma.
Choco Kurma dihidangkan di atas batok kelapa muda. Sajian ini tidak saja menjadikan kurma sebagai topping, melainkan diolah menjadi es krim. Ketika es krim tercecap di lidah, justru mengingatkan pelahapnya tentang rasa karamel atau kopi, tetapi dengan tekstur kelembutan yang berbeda.
Topping kurma yang telah dibuang bijinya pun menyajikan rasa manis yang mantap. Di atas es krim, terdapat krim cokelat sebagai tambahan manis. Kelembutan es krim kurma berpadu dengan es krim stroberi yang manis, seimbang dengan kadar manis yang tersaji pada kurma.
Bahkan, air kelapa muda yang memiliki sensasi asam segar menjadi sensasi yang menyempurnakan kedua es krim ini. Lebih menarik lagi, parutan kelapa muda diserut sedemikian rupa hingga memiliki bentuk mi.
Bahan dengan tekstur renyah terdapat pada waffle, potongan stroberi, dan buah persik. Tekstur waffle yang renyah kriuk terasa sangat lembut dengan aroma susunya yang sangat kuat.
Buah stroberi tentu saja terasa asam. Rasa ini sangat cocok berpadu dengan rasa asam segar dari potongan persik berwarna kuning cerah. Rasa asam dari kedua buah ini dapat dinetralisir dengan menghirup es krim atau air kelapa muda. Menu ini ditawarkan sekitar Rp 27.000.



Jika biasanya minum kopi hitam dari daerah seperti dari Gayo, Toraja, Bajawa, Lombok, atau dari daerah penghasil kopi lain, ada pilihan lain yaitu kopi mix dengan rasa buah-buahan seperti durian. Secara aroma dan rasa, ketika lidah mulai mencecap, rasa durian terasa kuat. 

Kopi dengan rasa dan aroma durian ini adalah MyBio Durian Coffee. KompasTravel sempat mencicipi segelas kopi rasa durian pada acara "Minum Kopi Gratis" dalam rangka pencanangan Hari Kopi Internasional di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (1/10/2015). 

Pilihan kopi durian yang KompasTravel coba adalah dengan penyajian secara dingin. Dari kopi durian yang tersaji, aroma buah durian terhirup cukup harum. Wanginya seperti sedang menikmati pilihan buah dengan khas berkulit tajam ini. 

Brand Marketing Executive PT Adi Jaya Naturindo, Selma Trinitasari kepada KompasTravel mengatakan pilihan kopi rasa durian ini hadir untuk melengkapi sajian kopi mix seperti cappucinno, vanilla latte, dan pilihan minuman olahan kopi lain. Ia menambahkan jika pilihan kopi ini adalah cara unik bagi pengunjung untuk menikmati durian. 

Sementara penyajian kopi durian, Selma mengatakan dapat disajikan secara panas maupun dingin. "Namun, lebih berasa aroma duriannya kalau disajikan secara panas," ujarnya. 

"Untuk ekstrak durian, kita pakai durian lokal dari Medan," tambahnya. 

KompasTravel juga sempat mencicipi kopi durian dengan disajikan secara panas. Aroma kopi yang tercium lebih kuat. Perlu diaduk terlebih dahulu sebelum mulai mencicipi agar rasa kopi durian dengan sajian panas bisa lebih terasa. Ada sensasi pahit dengan selintasan rasa manis. 

Selma menjelaskan MyBio Coffee Durian ini telah hadir sejak tahun 2011. Ia mengatakan para penikmat kopi bisa mendapatkan kopi durian ini di supermarket-supermarket di seluruh Indonesia. Untuk harga MyBio Durian Coffee, dibanderol Rp 35.000 per kotak dengan isi 5 sachet. Selain kopi dengan rasa dan aroma durian, terdapat lima varian kopi rasa buah lain. Selma mengatakan terdapat varian Sumatra Robusta Green Coffee, Indonesia Red Ringer Coffee, Mangosteen Cofffee, Durian Coffee, dan Mango Coffee.

Dalam rangka "Pencanangan Hari Kopi Internasional" di Indonesia, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian beserta asosiasi kopi menyelenggarakan acara minum kopi gratis di Gedung Garuda Lantai 2 di Kementerian Perindustrian di Jalan Gatot Subroto Kav 52-53, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Acara minum kopi gratis pagi tadi dibuka oleh Menteri Perindustrian, Saleh Husein.




Bunyi durian jatuh mengiringi langkah ketika kaki mendaki perbukitan menuju rumah urang Kanekes atau dikenal sebagai orang Baduy. Gedebuk durian jatuh itu lalu diikuti suara gemerisik gesekan durian dengan ranting dan dedaunan.

Berada di permukiman Baduy, Desa Kanekes, Banten, pada puncak musim durian seperti kali ini ibarat mimpi yang jadi nyata bagi pencinta durian.

Hutan lebat di kaki Pegunungan Kendeng menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi suku Baduy dengan sumber limpahan hasil hutan, seperti durian, duku, petai, dan padi tadah hujan. Aneka tumbuhan itu tumbuh subur dengan aliran jernih hulu Sungai Ciujung.

Persentuhan dengan durian sudah dimulai sejak memasuki terminal Ciboleger. Anak-anak kecil hingga pemuda dan orang tua sibuk memikul durian yang dipasok ke gudang-gudang di terminal.

Terminal Ciboleger menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang banyak berkunjung dan menginap di rumah-rumah warga Baduy. Beragam jenis kendaraan pribadi diparkir di terminal yang juga melayani trayek angkutan umum ini.

Selepas dari Terminal Ciboleger, pengunjung harus berjalan kaki 4-5 jam sampai Baduy dalam. Sebagian memilih memanfaatkan jasa pemandu lokal yang akan menunjukkan jalan sekaligus membawakan barang bawaan.

Kehadiran pemandu yang kebanyakan adalah warga Baduy luar ini sangat membantu karena medan terjal hingga kemiringan lebih dari 45 derajat yang harus dilalui.

Limpahan buah durian semakin meruah begitu kaki memasuki Kampung Babakan Jaro yang merupakan permukiman masyarakat Baduy terluar.

Di Kanekes, terdapat 52 kampung, 49 kampung di antaranya dihuni warga Baduy luar dan 3 kampung (Cikeusik, Cikertawana, dan Cibeo) menjadi rumah bagi warga Baduy dalam.

Pohon tua

Jarak antarkampung yang cukup jauh dipisahkan ladang pertanian tadah hujan dan lebatnya pepohonan hutan. Pohon-pohon durian berukuran raksasa dengan mudah bisa dijumpai di sepanjang jalur pejalan kaki.

Pemandu kami, Endang (40), menunjukkan pohon durian tua yang batangnya tak muat dipeluk oleh lengan dua orang dewasa. Pohon tersebut masih tegak berdiri, tetapi sudah dilirik pembeli kayu dengan harga sangat murah, sekitar Rp 2 juta.

Jika pepohonan durian bersinggungan dengan jalur pejalan kaki, pemiliknya akan berusaha ”mengamankan” dengan mengikat setiap buah dengan tali.

Biasanya proses pengikatan buah itu memakan waktu seharian per pohon. Durian yang diikat adalah buah yang kulitnya mulai mengeras. Buah-buah yang sudah matang dan terlepas dari tangkainya tampak bergelantungan terikat tali di dahan-dahan pohon.

Keluarga Endang memiliki 200 pohon durian yang sebagian besar di antaranya sudah tua. Pohon durian tersebut tumbuh liar di hutan tanpa ada yang menanam dan tak perlu dipelihara.
 

Karena proses penyebarannya alamiah, tak ada penyeragaman varietas durian hutan di Baduy. Akibatnya, mencicipi durian Baduy menjadi semacam petualangan rasa. Setiap buah memiliki rasa unik yang bisa saja berbeda dengan buah dari pohon lainnya.

Setiap pohon bisa menghasilkan 50 durian dalam satu kali pemanenan. Biasanya, warga Baduy dalam ataupun luar menjual buah durian dengan rentang harga Rp 10.000-Rp 25.000 bergantung pada ukuran buah.

Dari kedalaman hutan, durian-durian tersebut diangkut anak-anak kecil hingga pemuda dengan ongkos pikul berjalan kaki melintasi perbukitan Rp 500 per butir. Satu kali angkut mereka bisa memikul 20 durian.

Legitnya durian Baduy semakin menggiurkan ketika disantap sembari menginap di perkampungan Kanekes. Sebagian warga membuka lebar-lebar pintu rumah mereka untuk wisatawan.

Sesuai aturan adat, mereka dilarang menerima tamu wisatawan asing. Dengan ongkos menginap Rp 75 ribu per orang, para tamu bisa tidur beralaskan tikar di ruang tamu rumah-rumah panggung yang terbuat seluruhnya dari bambu dan kayu tanpa aliran listrik.

Pemilik rumah di Kampung Marengo, Kanekes, Pangiwa Sarman (50), sempat meminta maaf karena tak bisa menjamu durian dari kebun miliknya. Semua panenan tahun ini ludes terjual sehingga tak ada lagi yang tersisa di ladang.


Enam anak Sarman memanfaatkan waktu membantu panenan durian para tetangganya. Anak perempuan Sarman, Eha (10), juga turut memikul durian dari hutan menuju Terminal Ciboleger.

Berjarak sekitar 40 kilometer dari kota Rangkasbitung atau 172 kilometer dari Jakarta, Kanekes menawarkan kehidupan yang jauh dari hiruk-pikuk kota.

Kehidupan ala nenek moyang yang sengaja menutup diri dari pengaruh dunia luar dan menjaga cara hidup tradisional secara ketat.

Kehidupan sederhana yang berdamai dengan alam. Dari alam pula, durian-durian itu tumbuh dan menebar rasa manis nan legit. 
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home